Awalnya, batik asli Sidoarjo mempunyai motif beras utah, kembang bayem, dan kebutuhan tebu. Motif beras utah ini terkait dengan melimpahnya bahan pangan terutama padi yang ada di Sidoarjo. Sehingga, dengan penduduk Sidoarjo yang relative kecil waktu itu, kelebihan beras tersebut tentu akan dilimpahkan ke daerah lain. Motif kebun tebu ini terkait dengan Sidoarjoyang dulunya dikenal sebagai penghasil gula terbesar. Motif kembang bayem ini terkait dengan banyaknya sayuran byam di daerah perdesaan Sidoarjo. Tanaman tersebut sangat mudah dijumpai di sekitar rumah penduduk, baik yang ditanam maupun yang tumbuh di air.
Dari segi warna, awalnya batik asli Sidoarjo tidak begitu mencolok cenderung berwarna gelap (coklat) dan motifnya tidak ada yang memakia binatang. Namun karena banyak konsumen kebanyakan masyarakat Madura maka pengrajin batik Sidoarjo pun mengikuti permintaan tersebut. Sehingga muncullah warna-warna mencolok seperti merah, biru, hijau dan hitam. Karena itulah Siodarjo juga terkenal dengan batik motif Madura.
Dari segi gambar batik asli Siodoarop juga berkembang beberapa motif yaitu burung merak dari samping dengan sayap menutup, kupu-kupu, bunga kenongo, kenongo, kembang bayem dengan latarnya bermotif beras utah, cecekan, dan sunduk kentang.
Di Sidoarjo terdapat desa pengrajin batik tradisional yaitu Kampoeng Batik Jetis yang tetap mempertahankan ciri khas batik Asli Sidoarjo itu sendiri. Keunggulan batik tulis Jetis Sidoarjo ini warnanya yang tahan lama, sampai 10 tahun.
Komentar
Posting Komentar