Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Keistimewaan Batik Madura

Madura Jawa Timur bukan sekedar dikenal dengan karapan sapi tetapi juga dikenal dengan keindahan penuh warna batik yang memiliki nilai seni dan bercita rasa tinggi. Sejak dahulu sebenarnya pulau Madura merupakan salah satu sentra batik di Indonesia dan tidak kalah bergairahnya dengan daerah batik lain di Indonesia seperti Solo, Yogyakarta, Cirebon atau Pekalongan. Di Madura dapat menemukan keindahan corak dan batiknya dengan warna yang tegas dan berani. Meski tampak kasar, bukan berarti batik madura murahan. Keistimewaan batik ini adalah warnanya yang semakin lama akan semakin cerah, cocok digunakan untuk kerja , menghadiri acara-acara formal maupun non formal. Di Madura sendiri membatik merupakan budaya  yang diwariskan turun - menurun. Corak dan ragamnya begitu bebas dan  unik  . satu helai kain batiknya dibuat dengan ketrampilan individu secara satuan kain. bahkan saat ini pun mereka masih mempertahankan cara tradisional pembuatannya dengan dit...

Batik Madura sebagai Aktivitas Ekonomi

Batik  bukan hanya sebagian ekspresi  ikon budaya  kebanggaan bangsa pada umumnya dan orang madura khususnya , tetapi batik juga sebagi aktivitas ekonomi. Karena itu, perlu ada upaya yang serius dan berkelanjutan untuk mengembangkannya. Dalam rangka itu, sebagai langkah awal perlu dibangkitkan kepedulian, perhatian, dan apresiasi segenap pihak terhadap batik ini. Ternyata respons positif masyarakat nampak berkembang. Akhir-akhir ini hampir semua kalangan di daerah  Pamekasan  banyak dijumpai orang yang membuat  motif  baju batik  untuk dijual belikan, dan banyak orang yang tertarik untuk membelinya.  Tidak hanya di kota melainkan juga di kecamatan - kecamatan. Fenomena ini bisa dijadikan ukuran bahwa masyarakat Pamekasan menunjukkan apresiasi tinggi terhadap  batik Madura . 

Awal mula motif dan warna Batik Sidoarjo

     Awalnya, batik asli Sidoarjo mempunyai motif beras utah , kembang bayem, dan kebutuhan tebu. Motif beras utah ini terkait dengan melimpahnya bahan pangan terutama padi yang ada di Sidoarjo. Sehingga, dengan penduduk Sidoarjo yang relative kecil waktu itu, kelebihan beras tersebut tentu akan dilimpahkan ke daerah lain. Motif kebun tebu ini terkait dengan Sidoarjoyang dulunya dikenal sebagai penghasil gula terbesar. Motif kembang bayem ini terkait dengan banyaknya sayuran byam di daerah perdesaan Sidoarjo. Tanaman tersebut sangat mudah dijumpai di sekitar rumah penduduk, baik yang ditanam maupun yang tumbuh di air.      Dari segi warna, awalnya batik asli Sidoarjo tidak begitu mencolok cenderung berwarna gelap (coklat) dan motifnya tidak ada yang memakia binatang. Namun karena banyak konsumen kebanyakan masyarakat Madura maka pengrajin batik Sidoarjo pun mengikuti permintaan tersebut. Sehingga muncullah warna-warna mencolok seperti merah, biru, hijau...